by

GUB JABAR TARAWIH DI MAJALENGKA

Seputar News/MAJALENGKA- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menghimbau masyarakat untuk lebih memiliki kesadaran dalam menyalurkan zakat, baik zakat harta maupun zakat fitrah. Terlebih zakat merupakan salah satu cara ibadah untuk membersihkan jiwa dan harta. Bahkan dengan zakat itu bisa membuat orang menjadi lebih sukses.

“Zakat tidak hanya sekedar kewajiban seseorang mampu membayar zakat, tapi zakat itu pembersih jiwa dan harta.  Oleh karena itu yang memiliki harta kena 2 jenis jakat, yang pertama zakat hartanya untuk dibersihkan dan zakat dirinya. Semua berkewajiban membayar zakat,” jelas Aher usai melaksanakan program Tarawih Keliling di Mesjid Agung Majalengka, Rabu (14/6).
Dalam kesempatan tersebut Aher pun mendampingi Ketua Baznas Jawa Barat menyalurkan zakat ke pengurus DKM mesjid Agung Majalengka.
Dikatakannya, zakat itu dalam konsep kehidupan, satu cara untuk menditribusikan kekayaan, dimana jangan sampai kekayaan menunmpk pada kalangan tertentu. Namun demikian, disatu sisi, zakat juga bisa membuat orang menjadi sukses secara ekonomi.
“Makanya saya mengajak kaum muslimin untuk tidak ragu membayar zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta, karena zakat akan membersihkan harta kita dan menumbukan harta kita, jadi kalau mau kaya banyak banyaklah berzakat,” katanya.
Diungkapkannya, zakat merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh kaum muslimin. Sehingga para pembayar zakat pun akan mendapat ridho dari alloh swt.
Dalam kesempatan tersebut Aher pun mengungkapkan dihari hari terakhir bulan ramadhan ini dirinya menghimbau masyarakat untuk lebih mengoptimalkan aktifitas ibadahanya.Terlebih pahala ibadaha diakhir akhir ramadhan sangat besar.
“Momentum itu harus diisi dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beribadah,” katanya.
Lebih lanjut Aher pun mengatakan, selain meningkatkan kesadaran dalam membayar zakat, pihaknya pun menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kerukunan. Terutama dalam menyikapi perbedaan.
“Kaum muslimi itu pasti meyakini ada keberagaman dan kebhinekaan. Kaum muslimin melihat penciptaan alloh itu beragam, dan berbeda beda satu sama lain. Bahkan yang satu suku juga berbeda. Tidak ada yang sama, Jadi manusia dengan manusia saja ada perbedaan, apalagi antar suku antar bahasa antar bangsa dan etnis pasti ada perbedaan.
Perbedaan itu bukan hanya fakta kehidupan tapi itu adalah fitrah kehidupanyang harus disyukuri,” katanya.
Oleh karena itulah lanjut Aher, dirinya menghimbau masyarakat bisa menghargai suatu perbedaan.
“Kita meyakini bahwa perbedaan itu fitrah kehidupan oleh karena mari kita hadir dalam kebhinekan itu. Yang terpenting bukan masalah perbedaannya tapi bagaimaba kita bisa saling hormat menghormati hidup rukun dan harmonjis bersama sama. Perbedaan itu fitrah kehidupan yang perlu disyukuri. Perbedaan itu untuk saling mengenal sartu sama lain, yang dekat dimata alloh bukan suku bangsa tertentu tetapi yang takwa kepada alloh dialah yang dekat,”deryl