by

Akibat Lemahnya Pengawasan Aparat Kab. Bekasi, Kali Sadang Dipakai Tempat Buang Limbah Industri Berbahaya

Seputarnews.cm / KAB. BEKASI- Merahnya air Kali Sadang diduga terjadi karena tercemar limbah industri yang ramai diberitakan oleh pelbagai media beberapa hari yang lalu, banyak menyita perhatian publik.

Masyarakat dan pemerhati lingkungan pun turut mempertanyakan kenapa hal tersebut selalu terjadi.

Eman Suleman selaku Plt. Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten hanya mengatakan pihaknya tak akan tinggal diam atas kejadian tersebut.

“Pastinya kami DLH tidak tinggal diam. Namun masih menunggu laporan dari hasil penelitian secara rinci dari Bidang Gakum,” jawab singkat Eman saat dikonfirmasi, Minggu (29/5/2022) via aplikasi perpesanan WhatsApp (WA).

Begitu juga jawab dengan Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan saat dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut.

“Untuk Kali Sadang akan segera di cek kelapangan ” jawabnya.

Ketua Ruang Jurnalis Nusantara (RJN) Bekasi Raya Hisar Pardomuan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari dinas terkait.

“Perobahan air di Kali Sadang menjadi merah yang diduga tercemar limbah industri seperti diberitakan pelbagai media itu menandakan lemahnya pengawasan atau monitoring Bidang Penegak Hukum Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Anehnya, lanjut Hisar, kejadian ini terjadi hanya beberapa hari setelah Dani Ramdan dilantik menjadi Pj. Bupati Bekasi.

Menurut hemat saya, ada dua dugaan kemungkinan. Pertama, sengaja dibuang oleh oknum perusahaan nakal sebagai bentuk penolakan halus yang mana saat ini Penjabat Bupati Bekasi di emban oleh Dani Ramdan.

“Atau kemungkinan kedua, yaitu Dani Ramdan selaku Pj. Bupati Bekasi sedang diuji ketegasan serta keseriusnya dalam memimpin Kabupaten Bekasi untuk lebih baik lagi,” ujar Hisar.

Namun, terlepas dari dua dugaan kemungkinan tersebut, saya Hisar Pardomuan selaku Ketua RJN Bekasi Raya meminta kepada Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan agar segera mengusut tuntas pencemaran air Kali Sadang ini.

Baca juga:  INAUGURASI PETANI MILENIAL 4.095 Petani Milenial Jawa Barat Angkatan 2022 Diwisuda

“Hal ini agar menjadi efek jera bagi perusahaan-perusahaan nakal yang hanya demi keuntungan semata, mereka dengan seenaknya membuang limbah industrinya tanpa memikirkan dampak terhadap kelestarian lingkungan serta ekosistem di sepanjang Kali Sadang dan sekitarnya,” tegas Hisar.

“Kami RJN Bekasi Raya akan terus mengawal temuan permasalahan ini sampai tuntas,” pungkasnya (wiwi)*